Selasa, 08 Mei 2012

Pumped Up Kicks - Foster The People

MARK PONTIUS
(Drum , Perkusi)
CUBBIE FINK
(Bass, Backing Vocals)
MARK FOSTER
(Vocal, Keyboard, Piano, Synthesizer, Gitar, Programming, Perkusi)



FOSTER THE PEOPLE
Los Angeles, California, US
www.fosterthepeople.com

Robert's got a quick hand
He'll look around the room, he won't tell you his plan
He's got a rolled cigarette, hanging out his mouth, he's a cowboy kid
Yeah, he found a six shoot gun
In his dad's closet hidden with a box of fun things, and I don't even know that
But he's coming for you, yeah he's coming for you

[Chorus : 2x]
All the other kids with the pumped up kicks better run, better run, outrun my gun
All the other kids with the pumped up kicks better run, better run, faster than my bullet

Daddy works a long day
He'll be coming home late, he's coming home late
And he's bringing me a surprise
'Dinner's in the kitchen and it's packed in ice
I've waited for a long time
Yeah the sleight of my hand is now a quick-pull trigger
I reason with my cigarette
And say, "Your hait's on fire, you must have lost wits, yeah"

[Chorus : 2x]
All the other kids with the pumped up kicks you better run, better run, outrun my gun
All the other kids with the pumped up kicks you better run, better run, faster than my bullet

[Whistling]

[Chorus : 4x]
All the other kids with the pumped up kicks better run, better run, outrun my gun
All the other kids with the pumped up kicks better run, better run, faster than my bullet


Download Mp3 : 

Hung Up - Madonna

MADONNA LOUISE CICCONE
Bay City, Michigan, US, 16 Agustus 1958
www.madonna.com

Time goes by so slowly
Time goes by so slowly
Time goes by so slowly
Time goes by so slowly
Time goes by so slowly
Time goes by so slowly

Every little thing that you say or do
I'm hung up
I'm hung up on you
Waiting for your call
Baby night and dY
I'm fed up
I'm tired of waiting on you

Time goes by so slowly for those who wait
No time to hesitate
Those who run seem to have all the fun
I'm caught up
I don't know what to do

Time goes by so slowly
Time goes by so slowly
Time goes by so slowly
I don't know what to do

Every little thing that you say or do
I'm hung up
I'm hung up on you
Waiting for your call
Baby night and dY
I'm fed up
I'm tired of waiting on you

Every little thing that you say or do
I'm hung up
I'm hung up on you
Waiting for your call
Baby night and dY
I'm fed up
I'm tired of waiting on you

Ring ring ring goes the telephone
The lights are on but there's no-one home
Tick tick tock it's a quarter to two
And i'm done
I'm hanging up on you

I can't keep on waiting for you
I know that you're still hesitating
Don't cry for me
'Cause I'll find my way
You'll wake up one day
But it'll be too late

Every little thing that you say or do
I'm hung up
I'm hung up on you
Waiting for your call
Baby night and dY
I'm fed up
I'm tired of waiting on you

Every little thing that you say or do
I'm hung up
I'm hung up on you
Waiting for your call
Baby night and dY
I'm fed up
I'm tired of waiting on you

Candu Asmara - Marcell Siahaan

MARCELLIUS KIRANA HAMONANG  SIAHAAN
(Marcell Siahaan)
Nama Upasaka (Buddha) : Medhakumara
Bandung, Jawa Barat, 21 September 1977
Marcell adalah musisi , penyanyi dan aktor Indonesia yang berdarah Batak, Jawa dan Ambon.
Tahun 2008, Marcell mengeluarkan album yang berjudul "Hidup", Single pertamanya dikeluarkan lagu
"Candu Asmara" yang merupaka reka ulang dari lagu lama yang pernah di  nyanyikan oleh Cici Paramida dan lagu ini diciptakan oleh seniman besar Guruh Soekarno Putra.


Adu...du..du..du..hay (2x)

Adu du..du..betapa galau hatiku
Jikalau lama ku tak jumpa denganmu
Adu hay hay sungguh nikmat bersamamu
Selayaknya insan ketagihan candu

Adu du..du..du..hay (2x)

Reff :
Senyumanmu kerlinganmu
Bagai candu asmara merasuk
Nadiku..(Kerlinganmu bagai candu asmara)
Belaianmu kecupanmu
Bagai candu asmara menusuk
Jantungku (Kecupanmu bagai candu asmara)

Adu du..du..du betapa galau hatiku
Jikalau lama ku tak jumpa denganmu
Adu hay..hay...sungguh nikmat bersamamu
Selayaknya insan ketagihan candu

back to reff :
Senyumanmu kerlinganmu
Bagai candu asmara merasuk
Nadiku.. (Nadiku)....
Belaianmu kecupanmu
Bagai candu asmara menusuk
Jantungku (Jantungku)..

Download Mp3 Candu Asmara versi Marcell Siahaan :

Download Mp3 Candu Asmara versi Cici Paramida :


Ceritaku

Samarinda, 7 Mei 2012
Pulang kuliah aku menyempatkan diri untuk pergi ke sebuah rumah sakit bersalin yang tidak jauh dari kost an ku. Biasa aku disana untuk sekedar mengobrol dengan petugas rumah sakit dan bertanya-tanya seputar rumah sakit. Tujuan mataku teralihkan ketika aku mendengar tangisan dari ruang bersalin. Diluar ruangan, aku hanya melihat seorang nenek dan diantar dengan seorang laki-laki. Aku menghampiri mereka dan aku bertanya kepada bapak itu, apakah anak yang baru dilahirkan adalah anaknya? Dia jawab bukan, dan dia hanya mengantar perempuan yang sedang hamil itu ke rumah sakit beserta ditemani oleh neneknya. Aku terkejut. Tetapi aku perhatikan dari raut muka nenek tersebut bukanlah rasa kebahagiaan yang ia rasakan, tetapi kesedihan yang ia tampakan.

Dokter memanggil keluarga pasien untuk melihat bayi perempuan yang baru dilahirkan oleh ibunya. Ia segera dibawa ke  ruang perawatan bayi oleh perawat. Disana, aku hanya bisa melihat dari jendela karena aku bukan keluarga dari pasien itu. Aku tersenyum ketika bayi tersebut menangis. Aku duduk di ruang tunggu, ntah apa yang aku pikirkan. Tiba-tiba, perawat membawa ibu yang baru melahirkan itu ke kamar perawatan. Perawat memanggilku untuk membantunya, aku kenakan jas putihku dimana aku juga seorang dokter,namun masih proses menuntut ilmu. 

Ketika aku membawanya ke kamar perawatan, ibu itu tersenyum dan mengucapkan 'terimakasih pak dokter'. Sesampainya di kamar yang dituju, aku ikut membantu perawat untuk membantu ibu itu. Setelah selesai, aku duduk di kamar yang ditempati oleh ibu tadi. Aku bilang sama ibu itu, kalau anak perempuannya sangat cantik, dia lucu. Aku menanyakan dimana suaminya, karena aku tidak tahu dan ternyata suaminya telah meninggal ketika ia mengandung 3 bulan. Aku meminta maaf kepada ibu itu karena aku telah menanyakannya. Ibu itu bercerita kalau ia hanya tinggal dengan neneknya, dan ia bukan asli orang samarinda. Mereka orang perantauan dari jawa.

Lupa aku mengenalkan diri, kemudian aku mengenalkan diri kepada Ibu tersebut. Panggil saja wisnu. Aku juga bukan orang sini bu. Kemudian dia juga mengenalkan diri. Ia bernama Ibu Parnia. Beliau masih muda, masih terlihat dari raut wajahnya. Ibu Parniah lahir tahun 1986. Seketika, aku langsung mengingat almarhumah kakakku. Tetapi kakakku sudah meninggal ketika baru dilahirkan. Aku tanya kepada Bu Nia tentang nama anaknya, ternyata ia masih bingung untuk memberi nama anaknya. Iseng aku bertanya, 
"Bu, boleh  inda kalau anaknya ku beri nama Williyana?", 
"Nama tersebut apa artinya dok?", tanya Ibu Nia
"Inda ada arti sebenarnya kalau untuk aku, namun itu punya singkatan yang dimana nama Wi didepannya adalah namaku dan selanjutnya adalah nama perempuan yang aku sukai. Kalau anak ibu yang keluar laki-laki, akan ku beri nama Willy, atau William."
Ibu Nia , "Nama yang bagus,dok", 
aku bilang "Tapi bu, kalau ibu punya nama lain, inda usah pakai Williyana lagi. Anggaplah itu sebuah candaan belaka"

Kemudian aku pamit dengan Ibu Nia. Aku berjalan menuju ruang perawatan bayi tadi. Aku lihat nenek dan laki-laki itu sedang duduk di ruang tunggu. Aku meminta agar salah satu dari mereka menemani Ibu Nia di kamar perawatan. Aku keluar dari rumah sakit untuk membeli makan di warung. Selang 15 menit kemudian rasanya aku enggan untuk pulang ke kost an, aku ingin melihat anak bayi itu. Masih terdengar tangisan dari dalam ruang perawatan bayi. Kebetulan disana hanya ada seorang bayi saja. Aku melihat Hp, ternyata ada sms dari 'dia' yang menyapaku "Nu wisnu". Aku telat, karena ia sms dari 1 jam yang lalu. Tapi ia tidak membalasnya dan mungkin sudah beristirahat.

Kaki melangkah meninggalkan rumah sakit, aku pamit dengan petugas disana. Baru sampai kost an membuka sepatu tiba-tiba aku mendapat sms dari perawat rumah sakit, ia memberitahukan bahwa pasien tadi yang kita antarkan ke kamarnya sudah meninggal. Aku kaget dan tanpa menghiraukan apapun aku kembali ke rumah sakit itu. Aku dipanggil oleh abang (Kakak tingkat paling tua, ia berasal dari Medan) karena aku berlari seperti orang kesetanan. Untung ia baik dan mau mengambil tas dan buku yang aku tinggalkan didepan pintu rumah. Sampai rumah sakit, aku langsung pergi ke kamar Ibu Nia, dan disana sudah tertutup wajahnya dengan selimut. Rasanya tidak percaya, baru tadi aku mengobrol dengannya. 

Aku kembali ke kamar perawatan bayi, aku melihat anak dari Ibu Nia sedang tertidur. Kemudian aku meminta izin untuk masuk keruang perawatan bayi, aku mengenakan masker dan baju khusus. Aku duduk membawa kursi dan terus memandanginya. Ia sangat lucu, cantik, rambutnya lebat.
"Ade yang kuat ya, mamahnya sudah inda ada. Dibawa sama Bapak dan Tuhan. Ade kalau besar, harus jadi perempuan yang tegar juga nurut dengan nenek"
Aku yang cengeng, aku nangis karena tidak tega melihat anak ini. Aku masih beruntung waktu itu, sekalipun ibuku meninggal ketika melahirkanku setidaknya ada sosok bapak yang melindungiku. Akhirnya, aku memutuskan untuk pulang dan berharap ade bayi ini bisa menjalani hidup penuh dengan kekuatan. Tapi, mataku tertuju dengan nama bayi perempuan ini. Setelah aku bertanya dengan perawatnya dan melihat data-datanya ternyata Ibu Nia mengikuti permintaanku tentang nama anaknya dan perawat bilang setelah aku pergi dari ruangan tempat Ibu Nia dirawat, ia memanggil petugas untuk memberikan nama Williyana. 
Di box bayi aku melihat nama dan tanggal lahir
An. Esa Williyana Meidianti 
Samarinda, 7 Mei 2012

Ya Tuhan, aku benar-benar tidak tega meninggalkan anak ini. Aku berharap, Tuhan bisa melindungi dan menjaganya, sampai ia beranjak dewasa nanti. Mungkin ade ini akan dibawa ke tanah kelahiran ibunya di jawa, namun aku lupa menanyakan jawa bagian mana. Mungkin nanti aku bisa menanyakannya ke bagian ruang anak tentang data-data dari keluarga pasien ini.

Esa Williyana Meidianti, kakak berharap bisa bertemu dengan kamu de ketika 16tahun kemudian. Anak yang tegar dan semoga kamu bisa mendapatkan cita-cita yang kamu inginkan nanti.
Amin.....

Tuhan bersamamu Ibu Parnia, perjuanganmu berganjarkan surga Tuhan.
Amin.....

Aku menulis ini bagaikan mimpi, yang baru saja aku alami. Perjuangan untuk melahirkan anak, berujung dengan kematian. Aku berdo'a untuk para ibu yang berjuang disana.
Salamku
Christopher Leuwis

Senin, 07 Mei 2012

Legenda Selat Bali

SELAT BALI
Pada zaman dahulu di Kerajaan Daha hiduplah seorang Brahmana yang bernama Sidi Mantra yang sangat terkenal kesaktiannya. Sanghyang Widya atau Batara Guru menghadiahinya harta benda dan seorang istri yang cantik. Bertahun-tahun menikah, mereka mendapat seorang anak yang bernama Manik Angkeran.

Meskipun Manik Angkeran seorang pemuda yang gagah dan pandai namun ia mempunyai sifat yang tidak baik yaitu suka berjudi. Dia sering kalah dalam berjudi sehingga ia mempertaruhkan harta kekayaan orangtuanya, juga gemar berhutang kepada oranglain. Karena tidak bisa membayar, ia meminta bantuan kepada ayahnya yaitu Sidi Mantra untuk melakukan sesuatu. Sidi Mantra akhirnya berpuasa dan berdo'a untuk meminta pertolongan Dewa-Dewa. Tiba-tiba ia mendengar suara,
"Hai Sidi Mantra, di kawah Gunung Agung ada harta karun yang dijaga seekor naga yang bernama naga besukih. Pergilah kesana dan mintalah supaya dia mau memberikan sedikit hartanya"

Sidi Mantra pergi ke Gunung Agung dengan mengatasi segala rintangan. Sesampainya di tepi kawah Gunung Agung, dia duduk bersila. Sambil membunyikan genta dan membaca mantra dan memanggil nama Naga Besukih. Tidak lama kemudian Sang Naga keluar. Setekah mendengar maksud kedatangan Sidi Mantra, Naga Besukih menggeliat dan dari sisiknya keluar emas dan intan. Setelah mengucapkan terimakasih, Sidi Mantra mohon diri. Semua harta benda yang didapatnya diberikan kepada Manik Angkeran dengan harapan dia tidak lagi berjudi. Tidak lama kemudian, harta itu kembali habis untuk taruhan, Manik Angkeran sekali lagi minta bantuan ayahnya. Tentu saja Sidi Mantra menolak untuk membantunya.

Manik Angkeran mendengar dari suara yang ntah dari mana arahnya bahwa harya itu didapat dari Gunung Agung. Manik Angkeran tahu untuk sampai mencapai kesana, dia harus membaca mantra tetapi dia tidak pernah belajar mengenai do'a dan mantra. Jadi, dia hanya membawa genta yang dicuri dari ayahnya waktu Sidi Mantra tertidur.

Setelah sampai di kawah Gunung Agung, Manik Angkeran membunyikan gentanya. Bukan main takutnya ia waktu melihat Naga Besukih. Setelah Naga mendengar maksud kedatangannya Manik Angkeran , dia berkata "Akan kuberikan harta yang kau minta, tetapi kamu harus berjanji untuk mengubah kelakuanmu. Jangan berjudi lagi. Ingatlah akan hukum karma."
Manik Angkeran memotong ekor Naga Besukih
Manik Angkeran dan Naga Besukih
Manik Angkeran terpesona melohat emas, intan, dan permata di hadapannya. Tiba-tiba ada niat jahat yang timbul dalam hatinya. Karena ingin mendapat harta lebih banyak, dengan secepat kilat dipotongnya ekor Nagga Besukih ketika Naga berputar kembali ke sarangnya. Manik Angkeran segera melarikan diri dan tidak terkejar oleh Naga. Tetapi karena kesaktian Naga itu, Manik Angkeran terbakar menjadi abu sewaktu jejaknya dijilat sang Naga.

Mendengar kematian anaknya, kesedihan hati Sidi Mantra tidak terkatakan. Segera dia mengunjungi Naga Besukih dan memohon supaya anaknya dihidupkan kembali. Naga menyanggupinya asal ekornya dapat kembali seperti sediakala. Dengan kesaktiannya, Sidi Mantra dapat memulihkan ekor Naga. Setelah Manik Angkeran dihidupkan, dia minta maaf dan berjanji akan menjadi orang baik. Sidi Mantra tahu bahwa anaknya sudah bertobat tetapi dia juga mengerti bahwa mereka tidak lagi dapat hidup bersama.

"Kamu harus mulai hidup baru tetapi tidak disini". Dalam sekejap mata dia lenyap. Di tempat dia berdiri timbul sebuah sumber air yang makin lama makin besar sehingga menjadi laut. Dengan tongkatnya, Sidi Mantra membuat garis yang memisahkan dia dengan anaknya. Sekarang tempat itu menjadi Selat Bali yang memisahkan pulau Jawa dengan pulau Bali.

Dapat mendownload animasi videonya di 


Berikan Komentar, Saran dan Kritik
Terimakasih :)

Dewi Laksmi

DEWI LAKSMI
Dewi Kemakmuran
Ejaan Sanskerta : Laksmi
Golongan : Dewi
Pasangan : Wisnu
Wahana : Burung Hantu
Dalam agama Hindu, Laksmi (Lakshmi) adalah
Dewi Kekayaan, Kesuburan, Kemakmuran, Keberuntungan, Kecantikan, Keadilan, dan Kebijaksanaan.
Dewa Wisnu dan Dewi Laksmi

Dalam kitab-kitab Purana (cerita zaman dulu), Dewi Laksmi adalah ibu dari alam semesta, sakti dari Dewa Wisnu. Dewi Laksmi mempunyai ikatan yang sangat erat dengan Dewa Wisnu.
Dalam beberapa inkarnasi Wisnu (Awatara) Dewi Laksmi ikut serta menjelma sebagai Sita 
(Shinta adalah tokoh protagonis dalam wiracarita Ramayana dimana Dewa Wisnu sebagai Rama, dan Dewi Laksmi merupakan istri dari Sri Rama).
Rukmini (Ketika Wisnu menjelma sebagai Kresna), dan Alamelu (Ketika Wisnu menjelma sebagai Wenkateswara).

Ciri-Ciri Dewi Laksmi
Dewi Laksmi digambarkan sebagai ibu jujur, dengan empat lengan, berpakaian bagus dan bermata mahal, menganugerahkan koin-koin kemakmuran dan diapit oleh gajah-gajah menandakan kuasa. Bunga teratainya yang dimana bunga teratai tersebut merupakan kemurnian dan kuasa rohani.
Dewi Laksmi disebut juga Dewi uang. Ia disebut "Widya", yang berarti pengetahuan, karena Dewi Laksmi juga mempunyai pengetahuan keagamaan. Ia juga dihubungkan dengan setiap kebahagiaan yang terjadi diantara keluarga, sahabat, perkawinan, anak-anak, kekayaan dan kesehatan yang menjadikannya Dewi yang sangat terkenal di kalangan umat Hindu.

Perayaan dalam Masyarakat Hindu
Pemujaan untuk Dewi Laksmi disebut Diwali. Menurut tradisi , apabila menaruh lampu minyak kecil dirumah  mereka (Diwali) dan harapan Laksmi akan datang untuk memberkati mereka. Selama satu malam ketika bulan purnama, mereka percaya kekayaan Laksmi akan datang.
DIWALI

Dewi Durga

DEWI DURGA
Golongan : Dewi
Kediaman : Gunung Kailasha
Senjata : Cakram, Petir, Teratai, Ular, Pedang, Gada, Teropet Kerang, Trisula
Pasangan : Siwa
Wahana : Dawon (Macam atau Singa)
Menurut kepercayaan umat Hindu , Durga adalah istri dari Dewa Siwa. Dalam agama Hindu, Dewi Durga (Betari Durga) adalah ibu dari Dewa Ganesha dan Dewa Kartikeya. Kadangkala ia disebut Dewi Uma atau Dewi Parwati.
Dewi Durga digambarkan sebagai seorang wanita cantik berkulit kuning yang mengendarai seekor harimau. Ia memiliki banyak tangan dan memegang banyak tangan dengan posisi mudra (lambang) , gerak tangan yang sakral yang biasa dilakukan oleh para Pendeta Hindu.
DEWI UMA

Di Nusantara, Dewi Durga cukup dikenal. Candi Prambanan di Jawa Tengah.

CANDI PRAMBANAN